Senin, 14 Januari 2008

Sihir Gothic Metal

Para personik Corvus Corax : Teufel, Castus Rabensang, Meister Selbfried, Ardor vom Venushügel, Wim; sitting: Harmann der Drescher, Hatz, Patrick der Kalauer . Penampilan ala Gothic yang cenderung kelam

Setelah mendengar seluruh album Corvus Corax ( lihat foto mereka di atas) yang berjudul Cantus Buranus (Roadrunner Recirds, 2005), saya melakukan uji coba dengar. Saya ajak seorang teman; Amelia Priscandini - dia pecinta berat musik klasik – untuk menyimak beberapa lagu seperti Dulcissima, Lingus Mendax, dan Ergo Bihamus. “ Ini kan lagu-lagu opera, tapi aransemennya kok seperti lagu metal ya ?,” tanya Amelia spontan. Sebaliknya pada uji dengar pada person yang berbeda; Anto ‘Priest’, - anak arsitektur yang hingga kini masih setia sebagai ‘headbanger metal’ – muncul komentar seperti ini, “ Lagunya metal nih. Tapi gayanya kok jadul.Antik banget. Lagunya siapa sih ?.”

Keduanya nggak salah. Yang dibawakan oleh Corvus Corax tadi memang lagu opera Carmina Burana, gubahan komponis Carl Off, yang menulisnya di awal Abad Pertengahan (tahun 1300-an). Dan Corvus Corax adalah grup metal dari Jerman, yang sejak awal memilih tamasya musik ke masa silam, menelusuri perbendaharaan lagu Eropa pada era Gothic sejati, di Abad Pertengahan. Gaya musik mereka cukup unik, antara lain memainkan alat musik kuno seperti bag pipe dan sebagainya. Eksistensi Corvus Corax sendiri termasuk ‘metal banget’. Oh ya, Corvus Corax adalah nama Latin untuk burung gagak. Penampilan mereka diatas panggung cukup teaterikal. Kadang nampak seram dengan hubah panjang misteriis atau berkostum seperti karnaval, bertopeng dengan wajah ganjil dan sebagainya.

Grup ini dibentuk pada tahun 1989 oleh Castus Rabensang dan Venustus ini sekarang eksis dengan enam personil lainnya; Ardor vom Venushügel, Patrick der Kalauer, Harmann der Drescher, Hatz, Meister Selbfried, Teufel (yang ini bahasa Jerman untuk kata Devil). Cantus Buranus ini adalah album mereka yang ke lima belas, sejak mereka merilis album perdana; Tempi Antiquii (1988). Dengan album yang sebagian besar judulnya menggunakan bahasa Latin, Corvus Corax cukup berjaya di kubu musik Gothic Metal. Penampilan mereka di atas panggung juga dinantikan. Tahun kemarin misalnya, mereka menggelar ‘konser rahasia’ di ajangh festival musik Gothic Metal AS; Pennsylvania Renaissance Faire, bersama grup keraslainnya seperti Judas Priest, Atrocity, Holy Moses dan lainnya.

Metal Simfonik

Gothic Metal memang genre musik yang tampil beda. Perhatikan saja nama-nama ini : Aeternitas, Aion, Atargatis, Labores Somnium, Myriads, Xandria Mungkin nama-nama ini terlalu indah dan puistis bagi grup metal, yang sebelumnya lekat dengan imaji brutal dan kasar. Gothic metal sebagai genre musik, berkembang di Eropa pada awal tahun 1990-an, sebagai subgenre dari aliran musik doom metal, yang banyak menampilkan tema-tema kelam, seperti maut dan sebagainya.

Saat ini mereka yang tergolong sebagai grup Gothic-Doom metal antara lain adalah Artrosis, Cryptal Darkness, Lacrimosa, Mandragora Scream, Type O Negative, Visceral Evisceration . Sedangkan mereka yang ada di jalur Gothiic Black di antaranya Anorexia Nervosa, Bal-Sagoth, Dimmu Borgir, Limbonic Art, Lux Occulta. Yang punya permainan lebih rapi ada di jalur Symphonic metal, di antaranya adalah :After Forever, Autumn, Epica, Therion. Sedangkan grup lainnya Angra , Excalion, Lunatica dan Stratovarius, oleh para kritisi musik metal ditempatkan di jalur Symphonic Power Metal.

Defenisi musik Gothic metal sendiri sampai kini masih mengundang perdebatan, karena gaya komposisi dan estetika musik yang dibawakan begitu beragam. Yang jelas dalam gothic metal, virtuositas pribadi personil ditinggalkan, dan lebih mengutamakan harmoni sebagai konsep utama. Penampilan dua vokalis dengan tekstur suara yang berbeda kontras (banyak di antara mereka menggunakan dua vokalis pria dan wanita) dan sering tampil dengan gaya nyanyi pendeta Gregorian yang antik namun terdengar keren.Sedang pemakaian gitar akustik dan kibor yang menjadi unsur bunyi utama.

Dari segi komposisi, gaya ini lebih mengacu pada konsep musik doom metal atau black metal, yang melodi dan ritemnya diwarnai bunyi synthesizer yang berat. Seperti vokal pria dan wanita yang tampil bersamaan dalam warna nada yang berbeda, gitar akustik juga menjalin melodi tersendiri dengan gitar listrik, dalam nada yang kadang terdengar rumit. Kibor yang tampil dominan dalam menghadirkan unsur suara string dan alat musik tiup, membuat mereka lebih sering menampilkan harmoni orkestrasi simfonik, hingga gaya musik ini juga disebut sebagai symphonic metal.

Dari sisi lirik, nampak gaya yang paling khas, yakni menampilkan tema fantasi yang bersumber pada berbagai kisah legenda fantasi Eropa pada Abad Pertengahan, dengan segala pengembangan dan tafsir yang baru. Tak heran bila nama dan kalimat dalam bahasa Latin sering muncul, juga kisah tentang para ksatria, putri jelita, penyihir, mahluk gaib dan peperangan dahsyat sering diangkat sebagai tema lirik yang memikat, dan berbeda jauh dengan lirik band death metal Amerika yang seringkali bertemakan sadisme yang berdatah dan horor seram.

Dongeng yang dilagukan

Lirik lagu dari band gothic metal bahkan sering tersusun dalam suatu tema terbingkai cerita yang panjang, sehingga album itu tak ubahnya sebuah kisah fantasi dongeng yang dilagukan. Setiap lagu punya hubungan cerita dengan lagu lainnya. Hal ini bisa disimak, antara lain pada album grup seperti Penumbra ( Seclusion) atau Silentium ( yang berjudul Sufferion - Hamartia of Prudence). Satu lagi yang membuat album mereka asyik dikoleksi; sampul album yang artistik, dengan berbagai judul yang puitis. Salah satu contohnya adalah sampul album Anathema yang berjudul dan A Natural Disaster (2004) Nama lain yang cukup berjaya adalah Theatre of Tragedy, band asal Stavanger, Norwegia ini cukup unik, karena dalam tiga album pertamanya menggunakan lirik lagu bahasa Inggris kuno.

Theatre of Tragedy juga mempelopori gaya duo vokal yang kontras; vokalis pria bernyanyi pada nada bas, yang membuatnya terdengar seperti menggeram,- sementara vokalis wanita band ini bernyanti gaya sopran yang melengking. Theatre of Tragedy yang dibentuk pada tahun 1993 ini, tadinya bernama Suffering Grief, yang kemudian berganti nama menjadi Le Reine Noir sebelum memantapkan diri dengan nama Theatre of Tragedy.di tahun 1995.
Kini personil band ini adalah : Raymond István Rohonyi dan Nell Sigland (Vocal), Frank Claussen (gitar), Vegard K. Thorsen (gitar), Lorentz Aspen (kibor) dan Hein Frode Hansen (drum). Biduanita Nell Sigland (The Crest) datang bergabung untuk Liv Kristine. Sejak merilis album pertama yang berjudul Theatre of Tragedy (1995), mereka sudah merilis lima album lagi. Yang terbaru berjudul Storm yang ditilis pada 24 Maret

Lama lain yang sekarang cukup beken adalah Anathema, grup asal Liverpool, yang bersama Paradise Lost dan My Dying Bride mengembangkan genre doom death metal. Personil Anathema adalah tiga bersaudara Vincent (vocals, rhythm guitar), Daniel (lead guitar) dan Jamie Cavanagh (bass), Les Smith (kibor) dan John Douglas (drum). Anathema yang terbentuk di tahun 1990 dengan nama Pagan Angel. Dalam tempo tiga tahunh, mereka melejit dan menggelar konser keliling Eropa, di susul penampilan di panggung Independent Rock Festival di Brazil (1994)

Saat merilis album The Silent Enigma, mereka membalik gaya musik dengan menampilkan unsur Gothik yang kental. Walau fans berat mereka menerima perubahan ini, Daniel Cavanagh justru memutuskan keluar untuk bergabung dengan band lain; Antimatter. Untung dia segera balik ke Anathema dan merilis A Natural Disaster(2003), yang menjadialbum terbaik mereka. Hingga kini tujuh album telah mereka hasilkan, antara lain : Serenades (1993), The Silent Enigma (1995), Eternit y (1996), Alternative 4 (1998), Judgement (1999), A Fine Day to Exit (2001) dan A Natural Disaster (2004)

( Heru Emka, pengamat musik, tinggal di Semarang)


2 komentar:

Unknown mengatakan...

Sepertinya Band "corvus corax" ini termasuk salh satu band yang menurut saya nyentrik, unik, dan asik!Ngemeng-ngemeng kalau saya mau cari albumnya dimana ya?

Yadie mengatakan...

bagus juga artikel anda..kami orang2 Jama'ah Gothicyah Indonesia merasa ada yg mau menulis artikel sebagus ini...salam kenal juga dari kami yg mengembangkan musik Gothic kearah lain yaitu kami usung dalam band kami TYRANTY ' Gothic Dark Metal '.....check on www.tyrantymetal.blogspot.com
email : tyrantymetal@yahoo.com
darklines : 085649125513 / 085733091666